Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2019

ADAB ANAK KEPADA ORANG TUA

Setiap anak wajib hukumnya berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini sesuai dengan perintah baik yang ada di dalam Al-Qur’an maupun hadits. Dalam berinteraksi dengan orang tua, anak harus memperhatikan rambu-rambu etika yang disebut adab. Menurut Imam al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444), sekurang-kurangnya ada tujuh adab anak kepada orang tua sebagai berikut: 

آداب الولد مع والديه: يسمع كلامهما، و يقوم لقيامهما، و يمتثل لأمرهما، ويلبى دعوتهما، ويخفض لهما جناح الذل من الرحمة ولا يبرمهما بالإلحاح، ولا يمن عليهما بالبر لهما، ولا بالقيام بأمرهما، ولاينظر إليهما شزرًا ولا يعصى لهما أمرًا. 

Artinya: “Adab anak kepada orang tua, yakni mendengarkan kata-kata orang tua, berdiri ketika mereka berdiri, mematuhi sesuai perintah-perintah mereka, memenuhi panggilan

Minggu, 08 Desember 2013

ARSITEK-ARSITEK DI ALAM


Perbahkah kalian membayangkan bagaimana cerdiknya makhluk ciptaan Allah yang telah dikaruniai Allah kecerdasan dalam membuat tempat tinggalnya. Mari kita cermati bersama-sama .....

1. Lebah Madu
            Lebah madu memproduksi zat yang sangat baik untuk kesehatan,yaitu madu. Madu tersebut disimpan dikantung-kantung kecil berbentuk Hexagonal (segi 6). Mengapa lebah madu memilih bentuk hexagonal ? Karena bentuk hexagonal adalah bentuk yang paling efisien (Luasnya bisa maksimal [tdk ada gap antar hexagon] dan kelilingnya paling sedikit [dibandingkan dgn segi 4/segi 3] ) sehingga bisa menampung madu yang banyak dengan bahan pembuat kantung yang sedikit.

              Cara membuat kantungnya-pun tidak hanya dikerjakan satu lebah dan di satu tempat saja, tetapi dikerjakan oleh banyak lebah dan dimulai dari berbagai sisi yang berbeda dan akhirnya bertemu ditengah tanpa ada yang cacat (subhanallah). Ruang-ruang kantungnya-pun semuanya mempunyai kemiringan yang sama, yaitu 15o agar madu yang dimasukkan tidak tumpah.

JADILAH SEPERTI LEBAH !!!



Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)
Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Jumat, 15 November 2013

AKU HANYA INGIN RASUL YANG MELEPAS


Tak ada yang lebih gelisah ketika itu selain Abu Lubabah. Betapa ia merasa berdosa. Ia tersadar, bagaimana mungkin seorang mukmin tinggal nyaman di rumah, sementara Rasul dan para sahabat lainnya pergi berjihad.
Tabuk memang bukan seperti perang sebelumnya. Selain jarak tempuh yang bisa memakan waktu lima belas hari berkuda, musuh yang akan dihadapi pun tergolong sangat berat. Betapa tidak, kali ini Rasulullah saw. dan kaum muslimin akan berhadapan dengan negara adidaya kala itu, Romawi. Sungguh perang besar yang membutuhkan pengorbanan sangat besar.
Terjadilah mobilisasi besar-besaran, apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk modal perang. Mulai dari uang dalam jumlah besar, hingga sumbangan beberapa butir kurma. Hampir tak ada seorang pun di Madinah ketika itu yang rela berpangku tangan. Semuanya ingin berpartisipasi.
Bahkan, orang-orang munafik pun menyatakan diri untuk ikut perang. Pasukan pimpinan Abdullah bin Ubay ini siap bergabung. Tapi, Rasulullah saw. menolak. Rasul meminta mereka untuk tetap di Madinah.